Lomba Kelontong Sahur-Sahur

Kota Mempawah sebagai salah satu daerah pesisir yang memiliki tradisi Budaya Melayu Islam yang masih sangat kental, terutama pada saat Bulan Ramadhan mulai dari keramaian pasar juadah pada sore hari , hingga tradisi membangunkan sahur pada tengah malamnya.

Membangunkan Sahur dengan menggunakan berbagai peralatan yang di pukul dan menghasilkan suara berisik telah lama di lakukan oleh sekolompok masyarakat di Mempawah, suara yang di hasilkan dari berbagai benda yang di pukul, mulai dr potongan besi, derijen tempat minyak, kelontong yang di buat dari bambu bahkan kadang tong air dan drum bekas juga di gunakan.

Berbagai peralatan tersebut di pukul hingga menghasilkan bebunyian, berbagai bebunyian yang di hasilkan di padukan sedemikian rupa sehingga menghasilkan bunyi yang harmonis dan enak di dengar. Kelompok orang membangunkan sahur seperti ini selalu muncul pada bulan Ramadhan, masing-masing kampung memiliki kelompok seperti ini.

Hal inilah yang memunculkan gagasan untuk membuat suatu Festival yang melombakan kelompok kelompok ini, untuk menetukan kelompok mana yang mampu menghasilkan suara yang paling indah, paling harmonis dan tentunya dinamis. Adalah Komunitas Galaherang Kreasindo yang pada tahun 2002 pertama kali menyelenggarakan Festival ini yang di beri tema Festival Kelontong Sahur-sahur.

Hingga kini Pelaksanaan Festival Kelontong Sahur-sahur telah memasuki tahun ke XIV dan telah berganti pula panitia pelaksananya, dan di ikuti oleh ratusan kelompok peserta dari berbagai daerah, tidak saja peserta dari Mempawah kadang juga di hadiri oleh peserta dari Kota Singkawang, hingga Kabupaten Bengkayang Festival Kelontong Sahur-sahur menjadi salah satu Festival yang paling di tunggu-tunggu baik peserta maupun masyarakat Mempawah dan sekitarnya.

Login

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.